Laporan 2007 (Summary)
-
Mobile Clinic
- Jumlah anak yang memiliki akte kelahiran 102 anak (L: 52 ; P: 50) dan Jumlah anak yang tidak memiliki akte kelahiran 46 anak (L: 23 ; P: 23)
- Jumlah anak yang mendapatkan pengasuhan orangtua 142 anak (L: 71 ; P: 71), Anak tinggal dengan keluarga 6 anak (L: 4 ; P: 2). Anak yang mendapat pengasuhan abusif 1 anak
- Jumlah anak yang teridentifikasi sehat 88 anak (L: 46 ; P: 42) dan Jumlah anak yang sakit 60 anak (L: 29 ; P: 31)
- Jumlah anak yang sekolah 127 anak (L: 63 ; P: 64) dan Jumlah anak yang drop-out 21 anak (L: 12 ; P: 9).
- Jumlah anak yang bekerja 12 anak (L: 8 ; P: 4)
- Jumlah anak yang narkoba 3 anak (L: 3 ; P: 0)
- Jumlah anak yang mengalami kekerasan 6 anak (L: 4 ; P: 2)
Sekali dalam satu bulan Humana melakukan layanan kesehatan keliling ke tiap kampung sebagai upaya mendeteksi situasi kesehatan anak. Tahun ini 180 anak mendapatkan layanan kesehatan melalui kegiatan ini.
Rujukan ke Rumah SakitAnak-anak yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif akan dirujukkan ke RS. Humana bekerjasama dengan pihak pemerintah melalui program Jamkesos untuk membiayai perawatan anak-anak selama di rumah sakit. Sementara biaya yang tidak dapat ditanggung oleh Jamkesos dibiayai melalui proyek Novib dan CCFD. Jumlah anak yang dirujuk dalam tahun ini 25 anak.
Diskusi KesehatanKegiatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan hak anak atas kesehatan, sekaligus menyediakan indormasi yang terkait dengan persoalan kesehatan. Selama tahun 2007 ini telah dilakukan 4 kali pertemuan, membahas: 1) Ibu dan kehamilan; 2) Pola Asuh yang Sehat untuk Anak; 3) Pertolongan pertama pada anak; 4) Pemenuhan hak anak sejak bayi
BeasiswaKegiatan ini bertujuan mengembalikan anak drop-out kembali ke sekolah dan/atau meminimalisir kemungkinan kasus drop-out. Sasaran beasiswa adalah anak-anak usia wajib belajar (6 – 16 tahun). 10 anak menerima bantuan masuk dan 1 anak diberi bantuan untuk membayar tagihan SPP. Jadi jumlah penerima manfaat seluruhnya adalah 11 anak.
TutorialKegiatan ini bertujuan membantu anak untuk menguasai pelajaran sekolahnya. Pada awalnya tutorial dilakukan seminggu sekali. Dalam pelaksanaanya, tutorial dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu, tergantung pada kebutuhan anak. Kegiatan ini melibatkan volunteer sebagai tutor. mereka adalah mahasiswa, baik lokal maupun asing. Jumlah beneficiaries 368 children.
Life Skill TrainingKegiatan yang dipilih adalah magang dengan sasaran anak-anak yang pada periode lalu telah selesai mengikuti kursus bengkel dan perawatan kecantikan. Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan anak untuk memasuki dunia kerja sesuai ketrampilan yang telah dipelajari. Diantara 4 anak yang mengikuti kursus, 3 anak menyelesaikan magang. Saat ini 2 anak telah bekerja di bengkel mobil dan salon, dan satu anak membuka usaha bengkel.
Akte KelahiranKetiadaan akte kelahiran menyebabkan anak kesulitan mengakses layanan pemerintah seperti pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja. Masyarakat miskin kesulitan mendapatkan akte kelahiran untuk anaknya karena rumitnya birokrasi dan biaya yang mahal. Selama tahun 2007, 25 anak telah berhasil mendapatkan akte kelahiran.
Pembentukan Komite Masyarakat Untuk Mengakses Program PemerintahKomite telah dibentuk sebagai upaya perlindungan anak, terutama anak jalanan. Komite ini dibentuk berdasarkan inisiatif masyarakat. Merekalah yang akan mendorong pemerintah untuk melakukan pemenuhan hak anak. Dilihat dari segi kesiapannya untuk membentuk komite, dipilih 2 kampung yaitu Jlagran and Pajeksan. Di Jlagran, komite melibatkan ibu-ibu PKK dan birokrat lokal yang merencanakan tempat bermain anak. Di Pajeksan, komite bekerjasama dengan ibu-ibu BKR(Bina Keluarga dan Remaja). Kegiatan mereka terfokus pada perlindungan anak dan remaja melalui program konseling. Sekitar 150 orang terlibat dalam komite ini.
Forum Kelompok Kerja untuk Perlindungan AnakBersama jaringan NGO, sebuah forum dibentuk untuk mendorong pemerintah melakukan pemenuhan hak anak. Hasilnya, pertemuan antara jaringan NGO dengan seluruh dinas terkait dengan isu hak anak pada 28 -29 August 2007, bertajuk Workshop Layanan Publik di LOD. Selama tahun ini telah dilakukan pertemuan dengan dinas terkait sebanyak 11 kali.
Workshop Iklan Layanan MasyarakatPada periode ini, anak melakukan kampanye isu anak melalui iklan layanan masyarakat. Humana memfasilitasi anak-anak ini untuk menyiapkan materi kampanye. Isu-isu yang diangkat antara lain kekerasan terhadap anak, kali bersih, sekolah gratis, eksploitasi anak, MCK, narkoba. Iklan layanan masyarakat yang dibuat anak-anak disiarkan oleh 6 jaringan radio komunitas di Yogyakarta. Siaran ini menjangkau kira-kira 25 kampung.
Pemutaran Film dan DiskusiHUMANA juga menggunakan film sebagai media untuk membangun public awareness. Anak-anak terlibat secara aktif baik sebagai panitia maupun narasumber dalam diskusi film. Di tahun ini, film karya anak telah diputar dalam Festival Film Anak selama 3 hari. Film-film ini juga diputar di lima kampung dan 2 basis jalan, Wartawan, mahasiswa, orangtua, LSM lokal dan Internasional serta anak-anak dari 9 komunitas menghadiri acara ini. Sekitar 87 anak dan 45 orang dewasa terlibat dalam acara ini. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Humana dan Etnoreflika, sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang visual etnografi.
BuletinMasih dalam rangka public awareness, sebuah media cetak berupa buletin diterbitkan. Tujuannya adalah sebagai media ekspresi anak sekaligus advokasi permasalahan masyarakat. Beletin ini berisi karya anak berupa gambar, foto dan tulisan kritik sosial terhadap penyediaan layanan publik, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan fasilitas untuk masyarakat miskin. 10 orang dewasa termasuk ibu, bapak dan anak muda di kampung turut berpartisipasi sebagai kontributor buletin.
Annual Children GatheringKegiatan ini dilakukan pada 12 July 2007 di monumen Serangan Oemoem 1 Maret, melibatkan 177 anak dan 100 orangtua dari wilayah dampingan berbagai LSM anak di Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini adalah menyuarakan isu anak melalui pentas kesenian seperti musik, tari, permainan, teater dan lawak. Kendala: Dialog antara anak dan pihak pemerintah tidak bisa dilakukan karena pemerintah tidak merespon permintaan anak-anak. Solusi: hasil identifikasi isu anak akan dibawa melalui dialog antara kelompok kerja perlindungan anak dengan pemerintah.
Pengembangan Sistim DatabaseTujuan kegiatan ini adalah membangun sistim database sebagai alat monitoring untuk pemenuhan hak anak. Tahun 2007 ini hasil pemantauan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan isu-isu anak di koran lokal dan nasional.
Website Sebagai Media Publikasi dan Bentuk PertanggungjawabanWebsite sebagai media publikasi dan pertanggungjawaban publik bagi Humana telah sampai tahap penyelesaian disain. Dalam pembuatan website ini, terutama dalam pengaturan struktur Humana bekerjasama dengan voluntir dari Austria.
Kursus Bahasa Inggris untuk StaffHumana menyelenggarakan kursus bahasa Inggris 2 kali dalam seminggu dari Juni sampai September 2007 dengan mengundang tutor dari Universitas Sanata Darma.
Training Pengembangan Partisipasi KomunitasHumana telah melakukan training untuk petugas lapangannya untuk memfasilitasi Pengembangan Partisipasi Komunitas. Training ini dibagi dalam 3 tahap: Workshop Pengembangan Partisipasi Komunitas pada 28 Juni 2007, melibatkan 14 staff Humana. Workshop ini kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan di tiap area. Hasilnya akan dimonitoring melalui koordinasi lapangan seminggu sekali dan evaluasi bulanan. Untuk mendukung kegiatan ini Humana juga mengadakan diskusi bulanan untuk mengembangkan kapasitas staff.
Pertemuan Dengan BoardPertemuan rutin dengan board bertujuan mengoptimalkan fungsi kontrol. Tahun ini Humana telah melakukan 4 kali pertemuan :3 Februari membahas log frame kerja Humana; 17 and 30 Maret, membahas kebutuhan data; dan 30 October, membahas legalitas yayasan.
Diskusi dan Seminar Jaringan LSM Terkait Dengan Kebijakan Pemerintah Tentang Isu-isu AnakDalam periode ini telah dilakukan 9 pertemuan. Pertemuan pertama pada 28 Juli 2007 untuk Pemetaan dan Koordinasi Isu Anak Jalanan dan HIV/AIDS, 21-22 Agustus 2007 workshop HIV/AIDS, 2 September 2007 membahas Pembuatan Akta Dengan Pihak Catatan Sipil kabupaten Sleman; 8-9 Oktober 2007 Sosialisasi RUU Kesejahteraan Sosial, 6 November 2007 Penyusunan Draft Standard Operation Procedure Dalam Penanganan Kekerasan Terhadap Anak, 9 November 2007 Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, 13 November 2007 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Mengenai Penggunaan Dana BOS, 6 Desember 2007 Penanganan Anak Konflik Hukum, dan 18 Desember 2007 Seminar Peran Laki-laki Dalam Perlindungan Anak.

