| Tahun |
Lembaga |
Bentuk Kerjasama |
| 1993-1996 |
Terre des Hommes (TdH) Germany |
Bekerjasama dengan YLPS Humana untuk mengembangkan shelter bagi anak
jalanan, membangun media alternatif untuk anak jalanan (Buletin
Jejal), vocational training, membangun kemampuan anak dalam bekerja,
mengembangkan pendidikan alternatif melalui Universitas Jalanan, Penguatan komunitas Malioboro untuk
perlindungan terhadap anak. |
| 1994-sekarang |
Kerabat Kota Yogyakarta |
Pengembangan dan penguatan komunitas bersama dengan memasuki
basis pelayanan kesehatan untuk anak jalanan. |
| 1994-sekarang |
Networking Konsorsium Anak Jalanan Indonesia (Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Medan, Malang) |
Jaringan ini bertujuan untuk program advokasi dengan mengangkat isu-isu
dan permasalahan anak jalanan. |
| 1996 |
IPEC - ILO |
Kerjasama dalam melakukan kajian tentang anak jalanan dan buruh anak di perkotaan Yogyakarta. |
| 1996 - 2003 |
CCFD |
Pengembangan Pendidkan Informal, vocational training,
Kelompok Belajar Usaha (KBU), pendampingan anak yang berkonflik dengan hukum |
| 1997 - 1999 |
Universitas Atmajaya Jakarta |
Bekerjasama dengan Humana berkaitan dengan riset tentang penanganan
anak jalanan berbasisi komunitas dan Manajemen Kasus Kesehatan |
| 1999 - 2002 |
Basic Social Services - NOVIB |
Bekerjasama (dalam jaringan 8 NGO lokal) dalam bidang kesehatan dan
pengembangan data base anak jalanan |
| 1999 - sekarang |
Koalisi Nasional NGO Pemantau Hak Anak |
Humana berperan sebagai Focal Point untuk permasalahan Anak Jalanan (Pengasuhan Alternatif). |
| 2001 - 2002 |
Swiss Embassy |
Humana dan Kerabat Kota Yogyakarta (KKY) mendapat bantuan berupa
fasilitas kesehatan untuk pengobatan umum dan gigi. Hal ini sebagai
penunjang program kesehatan YLPS Humana untuk anak yang tidak
aksesibel terhadap layanan kesehatan umum. |
| 2001 - Desember 2004 |
Asian Development Bank |
Project ini merupakan kerja bersama 11 NGO di Yogyakarta yang fokus
pada penanganan anak jalanan perempuan. Humana bertanggung jawab
terhadap pengembangan data base. Data Base ini
berdasar pada hasil analisis kegiatan pencatatan data primer dasar
anak dan program/intervensi lembaga, serta data sekunder : kliping,
literatur, diskusi, dll. |
| 2002 - 2003 |
Badan Koordinasi Promosi Kesehatan (BKPK) Yogyakarta |
Bekerjasama dengan YLPS Humana untuk Promosi dan Informasi Kesehatan
Untuk Anak Jalanan dan Masyarakat Miskin Kota di Yogyakarta.
Keseluruhan program ini melibatkan anak-anak secara langsung dalam
melakukan promosi kesehatan melalui media film, lagu dan siaran radio |
| 2002 - 2003 |
Save The Children dan mitra |
Kerjasama dalam pengembangan Partisipasi anak dan masyarakat dalam
upaya perlindungan anak. Beberapa workshop yang berkaitan dengan hal
tersebut telah diselenggarakan di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Medan,
Surabaya. Humana juga membantu pengembangan database untuk NGO anak jalanan. |
| 2002 - 2008 |
Kaukus Yogyakarta |
Jaringan ini terbentuk secara informal oleh 11 NGO di Yogyakarta yang
fokus pada permasalahan anak jalanan. Jaringan ini bergerak berdasar
pada isu permasalahan anak jalanan yang dikategorikan menjadi 3 kaukus
: Kaukus Pendidikan, Kaukus Kesehatan, Kaukus Kekerasan. Hingga tahun
ini, ketiga kaukus tersebut melakukan kegiatan-kegiatan advokasi untuk
membuka jalur layanan-layanan pemerintah/swasta yang aksesibel terhadap
anak jalanan. |
| 2002 - 2003 |
UNESCO - Jakarta |
Unesco memberikan bantuan finansial untuk program pendidikan
internet dan pengembangan web site untuk anak jalanan. |
| 2004 - Juli 2005 |
Save The Children US |
Riset Situasi Anak Jalanan di 12 Kota di Indonesia.
Analisis data tersebut digunakan untuk mengetahui situasi terakhir anak
jalanan di Indonesia (sesudah tahun 1999, tidak ada riset yang
menunjukkan data yang cukup valid untuk kebutuhan diatas). |
| 2004 - 2006 |
CCFD (Comite Catholique contre la Faim et pour le Developpement) |
Project ini bertujuan menciptakan iklim sosial yang kondusif untuk anak-anak
jalanan. Berbasis pada Partisipasi Anak, Humana mengembangkan
pendidikan-pendidikan alternatif untuk anak sekaligus melakukan proses
intergrasi antara anak jalanan dengan komunitas terdekat mereka (kampung).
|
| 2004 - 2005 |
British Embassy Small Grant Scheme |
British Embassy mendukung operasional pelayanan kesehatan untuk anak
jalanan di klinik Kerabat Kota Yogyakarta. Selain mendapatkan pelayanan
kesehatan gratis di klinik tersebut, British Embassy juga mendukung
kegiatan-kegiatan pendidikan kesehatan untuk anak-anak
|
| 2005 - 2006 |
Genta Masa Depan (GMD) Jerman |
GMD Jerman adalah organisasi mahasiswa Indonesia yang melakukan studi
di Jerman. Humana bekerjasama untuk membuka kembali akses anak jalanan
ke bangku sekolah melalui beasiswa. Selain itu, Humana juga
mengembangkan aktivitas art gallery yang sudah dirintis
sejak tahun 1990-an berupa latihan-latihan ketrampilan dan pendidikan-pendidikan manajemen.
|
| 2005 - April 2008 |
Basic Social Services - NOVIB |
Bekerjasama dengan jaringan NGO di tiga kota : Yogyakarta, Surabaya dan Semarang.
Project ini berbasis pada pemenuhan kebutuhan anak berdasar hak-hak
mereka. Humana bertanggung jawab untuk memberikan layanan kesehatan
terhadap anak-anak jalanan dan pengembangan data base anak
jalanan. Data base ini juga menjadi pintu masuk bagi
jaringan kerja ini untuk mengetahui hak-hak anak yang belum terpenuhi.
|
| 2006 |
Dinas Sosial DIY |
Bekerjasama dalam memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak usia sekolah serta bantuan
operasional kelembagaan. |
| 2006 - 2007 |
Save the Children - UK |
Bekerjasama dalam hal penanganan pasca gempa di DIY tepatnya di daerah
Bantul. Proyek ini mendampingi 20 lokasi di daerah Bantul yang terkena
gempa bumi. Humana bertanggung jawab terhadap 12 lokasi sedangkan 8
lokasi lainnya bekerjasama dengan Yayasan Indriya-Nati. Fokus kegiatan
diarahkan untuk Partisipasi Anak pasca bencana.
|
| 2007 - 2008 |
CCFD (Comite Catholique contre la Faim et pour le Developpement) |
Project ini bertujuan menciptakan iklim sosial yang kondusif untuk anak-anak
jalanan. Berbasis pada Partisipasi Anak, Humana mengembangkan
pendidikan-pendidikan alternatif dan kesehatan untuk anak sekaligus melakukan proses
intergrasi antara anak jalanan dengan komunitas terdekat mereka (kampung).
|